Mudah-mudahan
kisah Aslina ini, bisa memotivasi kita untuk lebih bersemangat
menjalankan program 90 HariMenuju Allah ini. Pengalaman mati suri
seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang.Seorang
peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr
Raymond A Moody pernah menelitifenomena ini. Hasilnya orang mati suri
rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktudan
ingin dikembalikan ke dunia.Berikut catatan Riau Pos yang turut serta
mendengarkan kesaksian Aslina dalam temu Alumni ESQ
(emotional,spiritual, quotient) Ahad (24/9) di Hotel Mutiara Merdeka
Pekanbaru.Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ
Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yangmenjelaskan orang yang mati
itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet
tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr
Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife.com
dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku
Life After Life. Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus
2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itumemberikan kesaksian saat
nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum
Aslinamemberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan
pembuka. Aslina berasal dari keluargasederhana, ia telah yatim. Sejak
kecil cobaan telah datang kepada dirinya.Pada umur tujuh tahun tubuhnya
terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia
SMAia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada
umur 20 tahun ia terkena gondok(hipertiroid) . Gondok tersebut
menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.Karena penyakit
gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas
gondoknya di RumahSakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia.
Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambangbatas sehingga belum
bisa dioperasi.''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' ' jelas
Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat.Namun kondisinya tetap
lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa
Aslinakembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke
unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya
sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ''Aslina
seperti orangombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan
kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalampandangan saya Aslina
menghembuskan nafas terakhir, '' ungkapnya. Usai Rustam memberi
pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya. ''Mati adalah pasti.
Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,'' begituia mengawali
kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball
Room Hotel MutiaraMerdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk
Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan
iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.''Saya telah merasakan
mati,'' ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu.
Sungguh, lanjutya,terlalu sakit mati itu.Diceritakan, rasa sakit ketika
nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,
dikoyak. Bahkanlebih sakit lagi. ''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red)
dari kaki kanan saya,'' tambahnya. Di saat itu ia sempatdiajarkan oleh
pamannya kalimat thoyibah. ''Saat di ujung napas, saya berzikir,''
ujarnya. ''Sungguh sakitnya,Pak, Bu,'' ulangnya di hadapan lebih dari
300 alumni ESQ Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telahtercabut dari
jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga
melihat jasadnya yangterbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba
putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina.''Malaikat itu
besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,'' ujar
Aslina mencerita pengalamanmatinya. Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa
Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa namaorangtuamu." Ruh
Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke
alam barzah. ''Takada teman kecuali amal,'' tambah Aslina yang Ahad
malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuanpamannya, Aslina
bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian
bagaikanseorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang
ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badanberbulu dan mengeluarkan
bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.
Aslinamelanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia
mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelumajal menjemput.Di
alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua
orang malaikat. Saat itu ia inginsekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia
memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah
sayabertemu dengan ayah saya,'' tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh
Aslina tak mengenal sosok yangberusia antara 17-20 tahun itu. Sebab
ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.9http://90hari.sedekah.net/
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina
mengucapkan salam ke ayahnya danberkata: ''Wahai ayah, janji saya telah
sampai.'' Mendengar itu ayah saya saya menangis.Lalu ayahnya
berkatakepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. '' ruh
Aslina pun menjawab. ''Saya tak bisa pulang,karena janji telah
sampai''.Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali
kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itubenar-benar ada. ''Alam
barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalahkekal,''
ujarnya bak seorang pendakwah.Setelah dialog antara ruh Aslina dan
ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat
memimpinnyakembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang
mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk
dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang
perempuanyang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada
perempuan itu.''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah
(amal) kamu.''Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya
berjalan menelurusi lorong waktu melihatpenderitaan manusia yang
disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat
500 ton,tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya
menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepadaamalnya. ''Siapa manusia ini?''
Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh
orang.Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh
Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orangtersebut. Amalnya
mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat bahkan tak bisa
mengucapkandunia kalimat syahadat ketika di dunia.Selanjutnya tampak
pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besike tubuhnya. Ternyata
orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling
bunuh, manusiaitu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang
lain.Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80
tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisauyang tembus ke dadanya,
lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang
menolongnya.Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut
adalah orang juga suka membunuh.Tampak pula orang berkepala babi dan
berbadan babi. Orang tersebut adalah orang yang suka berguru padababi.
Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut
adalah anak yang durhaka dantidak mau memelihara orang tuanya ketika di
dunia.Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh
Aslina di malam yang gelap,kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat
dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba munculsuara orang
mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.Tiba-tiba ada yang
mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang
memiliki biji 99butir.Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang
sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepakitu terdapat gambar
kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada
amalnyatentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul
khatimah. (Husnul khatimah secara literlekberarti akhir yang baik. Yakni
keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan berbuat
baik,red).Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di
Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.''Saya mau shalat.'' Lalu dua
malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ''Saya
punbertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,'' ungkap
Aslina.Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi.
Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makamNabi Muhammad SAW.
Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ''husnul
khatimah'' itumengeluarkan cahaya terang.Berikutnya ia melihat cahaya
seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu punbicara kepada ruh
Aslina. ''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.''Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari
berbagai abad berkumpul di satu lapangan yangsangat luas. Ruh Aslina
hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan
manusia ituberkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya
Allah.''Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolongkembalikan aku ke
dunia, aku mau beramal.''Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa
yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya iasenantiasa
mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk
bertaubat dan beramal shalehserta tidak melanggar aturan Allah.10http://90hari.sedekah.net/
nyanyi ambil bengek ya mas??? kok da2nya di pegangin...hwehehehehehe
ReplyDeletehehe, terlalu menghayati tuh menyanyinya, wkwkkw
Delete